InfoSAWIT, JAKARTA – Musim Mas Group, salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit terintegrasi terbesar di dunia, telah memfasilitasi penyerahan kredit Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) secara simbolis kepada petani sawit swadaya senilai Rp 20 milyar. Kredit ini disalurkan melalui RSPO PalmTrace, platform yang menghubungkan penjual dan pembeli minyak kelapa sawit tersertifikasi RSPO yang dapat dilacak. Langkah ini menciptakan jembatan vital antara para petani swadaya dan mitra perusahaan, memperkuat ikatan antara produksi berkelanjutan dan pemberdayaan petani.
Para petani sawit swadaya yang menerima kredit ini merupakan bagian dari program Training for Smallholders Musim Mas. Mereka telah berhasil memenuhi standar ketat RSPO dan memiliki sertifikasi yang memungkinkan produk kelapa sawit Indonesia untuk masuk ke pasar global. Total penjualan kredit RSPO sejak 2020 mencapai Rp39 miliar, dengan penjualan tertinggi tercatat tahun ini sebesar Rp10,98 miliar.
Deputi Direktur untuk Transformasi RSPO, Mahatma Windrawan, menyoroti pentingnya keberlanjutan dalam produksi kelapa sawit. Dengan menerapkan prinsip dan kriteria ketat RSPO, Musim Mas memainkan peran kunci dalam memastikan bahwa produk kelapa sawit Indonesia dapat bersaing di pasar dunia.
BACA JUGA: 12 YoungElaeis Ambassadors Terpilih, Ada Anak Muda dari Ghana, India Hingga Pakistan
“Kami sangat mengapresiasi Musim Mas yang telah menjalankan Program Pemberdayaan Petani Swadaya dengan penuh dedikasi, sehingga para petani swadaya yang dibina dan didampingi dapat menerapkan praktik-praktik pertanian yang berkelanjutan,” tutur Windrawan, dalam keterangannya kepada InfoSAWIT, Kamis (23/11/2023).
Jumlah petani sawit swadaya tersertifikasi RSPO terus meningkat setiap tahun, mencerminkan semangat industri kelapa sawit untuk bergerak ke arah keberlanjutan. Hingga akhir tahun 2022, sebanyak 15.485 petani swadaya telah tersertifikasi RSPO, mencakup lahan seluas 35.706 hektar. Hampir sepertiga dari petani ini telah dibina dan didampingi oleh Musim Mas.
Sebagai perusahaan kelapa sawit terintegrasi, keberlanjutan telah menjadi poin sentral dalam strategi bisnis Musim Mas. Kebijakan No Deforestation, No Peat, and No Exploitation tidak hanya berlaku untuk operasional perusahaan tetapi juga untuk pemasok dan kontraktor yang bekerja sama dengan Musim Mas. Perusahaan selalu berusaha memenuhi standar keberlanjutan tertinggi, terutama sertifikasi RSPO.
Ketua Asosiasi Pekebun Swadaya Kelapa Sawit Labuhanbatu, Sumatera Utara, Syahrianto, menyatakan bahwa program pelatihan petani swadaya Musim Mas memberikan hasil panen yang lebih baik setelah petani menerapkan praktik-praktik berkebun yang baik dan benar. Dia berharap program ini dapat diperluas untuk memberikan manfaat kepada lebih banyak petani swadaya.
Sementara Independent Smallholders Manager, Musim Mas Group, Rudman Simanjuntak menekankan, bahwa petani swadaya adalah kunci untuk industri kelapa sawit berkelanjutan di Indonesia. Pemberdayaan petani menjadi prioritas utama perusahaan, dan dengan menerapkan praktik-praktik perkebunan berkelanjutan serta sertifikasi, Musim Mas yakin bahwa industri kelapa sawit Indonesia dapat menjadi lebih kompetitif di pasar global. (T2)
