Namun, Dr. Dadan juga mengingatkan adanya sejumlah tantangan krusial yang perlu diantisipasi, seperti kebutuhan pendanaan besar yang mencapai USD 24,6 miliar untuk sektor FOLU, lemahnya regulasi dan pengawasan yang berpotensi memicu carbon grabbing, serta masih rendahnya kapasitas masyarakat dalam memahami mekanisme pasar karbon.
Selain itu, masalah tenurial dan akses lahan bagi masyarakat adat juga menjadi isu penting yang harus diselesaikan agar sistem ini benar-benar inklusif.
Menuju Ekosistem Karbon yang Transparan dan Inklusif
Diskusi interaktif selama webinar menunjukkan tingginya antusiasme publik terhadap pasar karbon. Sejumlah peserta menyoroti perbedaan antara pasar karbon domestik dan internasional, mekanisme perizinan proyek di hutan adat, hingga upaya memastikan agar manfaat ekonomi karbon benar-benar menjangkau masyarakat akar rumput.
Melalui kegiatan ini, Penabulu Upacaya Semesta menegaskan komitmennya sebagai climate learning hub — pusat pembelajaran iklim yang mendorong keterlibatan lintas sektor, memperkuat kapasitas masyarakat sipil, serta memastikan transisi menuju ekonomi rendah karbon berjalan transparan, berintegritas, dan berkeadilan. (T2)
