InfoSAWIT, JAKARTA – Pada tahun 2018, sektor perkebunan kelapa sawit di Provinsi Riau mengalami peningkatan signifikan dalam luas perkebunan dan produksi Crude Palm Oil (CPO) berdasarkan data land used. Peningkatan ini didorong oleh ekspansi administratur perusahaan kelapa sawit, yang menyebabkan luas areal perkebunan kelapa sawit mencapai 2,71 juta hektar.
Namun, pada periode 2019 hingga 2022, terjadi perubahan yang tidak begitu signifikan dalam luas areal perkebunan kelapa sawit berdasarkan klasifikasi land used. Proyeksi untuk tahun 2022 menunjukkan bahwa luas areal perkebunan kelapa sawit di Provinsi Riau diperkirakan mencapai 2,87 juta hektar.
Menurut data Buku Statistik Kelapa Sawit Provinsi Riau 2022, yang diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Riau, pada tahun 2022, produksi CPO di Provinsi Riau mencapai 8,74 juta ton. “Meskipun luas areal perkebunan kelapa sawit tidak mengalami perubahan yang signifikan, produksi CPO tetap tinggi,” dikutip InfoSAWIT dari Buku Statisik Kelapa Sawit Provinsi Roau 2022, yang diterbitkan Badan Pusat Statistik (BPS) Riau.
BACA JUGA:
Pentingnya dicatat bahwa penguasaan luas areal perkebunan kelapa sawit di Provinsi Riau pada tahun 2022 tetap didominasi oleh perkebunan rakyat, mencapai 61,44 persen atau sekitar 1,76 juta hektar. Perkebunan besar swasta menguasai sekitar 35,94 persen atau 1,03 juta hektar, sementara sisanya sekitar 2,62 persen atau 0,08 juta hektar dikuasai oleh perkebunan besar negara.
Meskipun tidak terjadi perubahan berarti dalam struktur penguasaan lahan, penting untuk terus memonitor perkembangan sektor kelapa sawit, mengingat dampaknya terhadap lingkungan dan ekonomi regional. Informasi ini tidak hanya memberikan gambaran tentang kontribusi Provinsi Riau dalam produksi kelapa sawit nasional tetapi juga dapat menjadi dasar untuk perencanaan dan pengelolaan berkelanjutan di masa depan. (T2)
