InfoSAWIT, SIBOLGA – Petani kelapa sawit di Kabupaten Padanglawas (Palas) menghadapi tantangan serius terkait rendahnya produktivitas dan mutu hasil panen. Persoalan ini diungkapkan oleh Pj Bupati Palas, Ardan Noor, yang diwakili oleh Asisten II, Marza Jennova, dalam acara sosialisasi program peremajaan kelapa sawit yang diselenggarakan oleh Dinas Pertanian Palas di Aula Hotel Grandika Sibuhuan, Rabu.
Dalam acara yang juga membahas pendanaan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS), Marza menyampaikan bahwa Kabupaten Palas memiliki luas lahan perkebunan sawit rakyat mencapai 37.238 hektar pada tahun 2023. Namun, produktivitas yang rendah menjadi masalah utama yang dihadapi para petani.
Marza mengidentifikasi beberapa faktor yang menyebabkan rendahnya produktivitas sawit di wilayah tersebut. Di antaranya adalah penggunaan bibit yang tidak bersertifikat, penerapan teknologi budi daya yang kurang tepat, serta keterbatasan modal yang dimiliki para petani. “Karena itu, kemampuan petani sawit perlu diberdayakan serta dibantu sarana dan prasarana untuk dapat meningkatkan produksi dan produktivitas kebun yang lebih baik,” ujarnya dilansir InfoSAWIT dari KBRN RRI ditulis Jumat (16/8/2024).
BACA JUGA:
- Menakar Peran Teknologi Pertanian Cerdas dalam Mendorong Keberlanjutan Industri Sawit
- Ketua SPKS Aceh Desak Perusahaan Segera Realisasikan Pembangunan Kebun Masyarakat, Bila Bandel Dilaporkan ke Kantor Staff Presiden
- Anggota Komisi VII DPR Dorong Insentif Pemerintah untuk Inovasi Produk Turunan Sawit
Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), yang pendanaannya bersumber dari BPDP-KS, menjadi salah satu harapan besar bagi petani di Kabupaten Palas. Marza menambahkan bahwa pada tahun 2024, Kabupaten Palas diberi target untuk meremajakan 600 hektar kebun sawit rakyat. Namun, jumlah yang diusulkan mencapai 804.565 hektar.
Program PSR ini akan dilaksanakan di beberapa kecamatan di Kabupaten Palas, termasuk Kecamatan Barumun Tengah, Sosa Julu, Lubuk Barumun, Barumun, Aek Nabara Barumun, dan Sosa Timur. Program ini diharapkan dapat memberikan solusi bagi masalah yang selama ini dihadapi oleh para petani sawit, sekaligus meningkatkan kesejahteraan mereka. (T2)
