InfoSAWIT, BOGOR – Kepala Divisi Perusahaan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Achmad Maulizal Sutawijaya, menegaskan komitmen lembaganya dalam mendukung agenda nasional pemerintahan Prabowo Subianto untuk mencapai Indonesia Emas 2045. Hal ini disampaikan dalam forum diskusi dengan para pemangku kepentingan sektor perkebunan sawit, pangan, dan energi.
“Kami bersyukur dapat terus bersinergi dengan seluruh pihak, termasuk petani sawit dan industri terkait, untuk mewujudkan ketahanan pangan dan energi berbasis sumber daya alam Indonesia,” ujar Achmad saat membuka acara Workshop Jurnalis Industri Hilir Sawit, dihadiri InfoSAWIT, di Bogor, Sabtu (22/2/2025).
Tiga Agenda Nasional BPDP
Dalam paparannya, Achmad menjelaskan tiga fokus utama BPDP yang sejalan dengan visi pemerintah pertama, mengenai swasembada pangan, dengan meningkatkan produksi komoditas strategis, termasuk sawit, untuk mengurangi ketergantungan impor.
BACA JUGA: Berikut Proyeksi Impor Minyak Makan India
Lantas, kedua, menerapkan transisi energi terbarukan, melalui pengembangan bahan bakar nabati (BBN) seperti biodiesel sawit sebagai substitusi energi fosil, terutama di tengah dinamika geopolitik global.
Serta ketiga, pengembangan industri maritim, yakni memanfaatkan produk turunan sawit untuk pembuatan komponen kapal dan perahu nelayan, mendukung ekonomi maritim lokal.
“Sawit tidak hanya untuk minyak goreng atau biodiesel, tetapi juga bisa menjadi bahan baku industri maritim. Contohnya, penggunaan serat sawit dalam pembuatan kapal nelayan,” tambahnya.
BACA JUGA: Sidang Tipikor Tanam Pisang Tumbuh Sawit Ungkap Fakta Baru
Achmad Maulizal, mengakui sejumlah tantangan yang dihadapi, seperti minimnya akses petani kecil terhadap dana BPPD selama beberapa tahun terakhir, lambatnya program peremajaan kelapa sawit (PSR), dan perluasan pasar non-tradisional. Untuk itu, BPDP telah menandatangani kontrak penyaluran dana ke 8.000 hektar kebun pada Januari 2024, dengan target tambahan areal replanting seluas 50.000 hektar pada 2025.
